Kamis, 19 November 2015

Hari Kesembilan: Menciptakan Kondisi Kepepet

Seringkali, orang mampu melakukan sesuatu yang hebat saat kepepet. Artinya, saat kepepet, dia mampu menggunakan segenap potensinya. Pertanyaanya, apakah Kita harus menunggu kepepet? Saya memang suka kepepet namun saya sadar betul tidak hanya kepepet yang mampu memacu potensi diri kita. Artinya ada cara lain agar kita bisa memacu potensi diri tanpa kepepet. Apa itu?

Kita bisa memacu potensi diri dengan menciptakan kondisi kepepet. Dengan menciptakan kondisi kepepet, kita ingin selalu menjadi yang terbaik dengan limit waktu tertentu, yang artinya kita akan memacu potensi diri kita. Peran menciptakan kondisi kepepet adalah untuk menggali potensi kita seoptimal mungkin.

Disadari atau tidak, kondisi kepepet sangat bertolak belakang dengan kondisi luang. Ketika kita berada pada kondisi luang, tidak ada tekanan sama sekali yang memaksa kita melakukan sesuatu hal. Semuanya terkesan mengalir tanpa ada tanggungan apapun. Namun saat kita terpojok pada kondisi kepepet, potensi yang tidak banyak kita sadari seakan keluar tanpa henti, tuntutan yang besar untuk menyelesaikan suatu hal akan mendesak dan mendorong kita.

Pertanyaannya, bagaimana cara Kita menciptakan kondisi kepepet? Dalam dunia jurnalistik, kita menyebutnya dengan deadline. Apakah deadline itu? Dalam kamus berarti "tenggat atau batas waktu". Pada dunia jurnaslistik artinya "batas terakhir memasukkan berita". Jika disimpulkan, maka deadline mempunyai arti batas terakhir mengumpulkan atau mengerjakan tugas atau pekerjaan.

Deadline adalah cara yang sering saya gunakan untuk menciptakan kondisi kepepet. Setiap tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab saya akan saya beri batas waktu untuk menyelesaikannya. Dengan deadline inilah saya terpacu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang terkadang tidak sedikit jumlahnya.

Memang saya tidak menuliskan deadline tugas-tugas saya selama rentang sekian hari atau sekian pekan, tapi saya selalu menuliskan deadline saya untuk satu hari yang akan saya lalui. Saya menyiapkan buku kecil khusus untuk menuliskan setiap deadline tugas-tugas yang harus saya selesaikan. Biasanya di malam hari sebelum tidur atau pagi-pagi sebelum memulai aktivitas harian, saya menuliskan daftar tugas dan kewajiban yang harus saya tuntaskan pada hari itu.

Daftar deadline harian ini bisa kita isi dengan apapun yang harusnya kita lakukan. Saya lebih suka menuliskan daftar seputar tanggung jawab yang harus saya selesaikan hari itu juga, terkadang juga tentang jadwal rapat, jadwal bertemu seseorang atau bahkan buku bacaan yang harus saya selesaikan.

Deadline hidupmu, karena hidup tidak sekadar menunggu mati/dok. pribadi

Agar lebih semangat, di akhir daftar tugas-tugas saya juga menuliskan kata-kata yang memotivasi saya untuk menuntaskan target-target itu. Bisa juga berisi harapan dan doa, atau afirmasi hidup dan passion (Seputar afirmasi, saya pernah menulisnya di hari ke-2 ODOT: Terima Kasih Afirmasi).

Yang tidak kalah penting adalah tahap evaluasi. Seringnya memang target yang harus kita tuntaskan pada satu hari terselesaikan semua. Namun takjarang, ada beberapa daftar target yang tidak terselesaikan. Pada malam hari menjelang tidur adalah waktu yang sering saya gunakan untuk mengevaluasi target harian yang saya buat. Saya tulis kendala dan permasalahan-permasalahan yang menjadi penghalang terselesaikannya target yang sudah saya tulis di bawah daftar target. Sebagai cermin dan pertimbangan untuk menyusun target di hari berikutnya.

Jika tugas atau pekerjaan saja ada deadlinenya, maka bagi saya hidup pun harus dideadline. Inilah cara saya menciptakan kondisi kepepet, semoga menginspirasi.

Daftar Isi One Day One Tittle Motivasi

0 komentar:

Posting Komentar