Oposisi, apakah itu? Secara sederhana dan yang sering dipakai mempunyai arti kelompok politik terorganisasi yang memberikan pandangan yang berbeda dengan pemerintah. Jika saya tidak terjun di dunia politik apakah saya juga harus menciptakan oposisi? Jawabannya adalah iya.
Karena oposisi yang saya maksudkan di sini adalah lawan atau pesaing dalam hidup kita. Pesaing dalam hal apa? Tentunya dalam segala hal, lebih-lebih dalam rangka menuju tercapainya impian-impian kita.
![]() |
| Nasrul Yung dalam acara Talkshow Inspiratif UKM PAKAR |
Saya melakukan banyak cara untuk memenuhi kebutuhan saya berkomunikasi dengan baik. Saya membaca buku-buku komunikasi serta teknik-tekniknya, saya mengadakan acara talkshow dengan saya sebagai pembawa acaranya, saya paksakan bertemu orang baru dan mengajaknya berbincang seputar masalah apapun, saya memimpin rapat organisasi, saya tumbuhkan keinginan berpendapat meskipun sebenarnya tidak terlalu penting, saya senantiasa dan terus mengusahakan agar bertanya ketika di kelas, saya kembali rutin menulis blog, saya bertanya apapun tentang dunia kehidupan seseorang, dan yang paling penting ketika saya memutuskan untuk belajar Stand Up Comedy.
Stand Up Comedy adalah salah satu genre profesi komedi yang komediannya (disebut komika, bahasa Inggris: comic) membawakan lawakannya di atas panggung seorang diri, biasanya di depan pemirsa langsung, dengan cara bermonolog mengenai sesuatu topik. Ini yang saya kutip dari Wikipedia.
Untuk menjadi seorang komika, mempelajari teknik dan cara-caranya saja tidak cukup, saya juga harus banyak tampil atau di dunia stand up comedy biasa disebut dengan open mic. Tentunya agar saya terbiasa menghadapi audien di depan saya. Selanjutnya, saya melihat banyak peluang yang sekiranya bisa dijadikan tempat untuk melakukan open mic yang tentunya mengundang banyak orang. Dan acara dwimingguan yang diadakan pemerintah daerah Jombang adalah sasaran empuk yang saya bidik; Car Free Night (CFN). Saya diuntungkan ketika Fakultas Psikologi tempat saya menimbah ilmu seputar dunia perilaku ini mempunyai stand khusus di CFN.
Selain banyak berlatih dengan melakukan open mic, yang tidak kalah penting adalah menciptakan oposisi atau pesaing. Secara logika, saya tidak mungkin ber-stand up sendirian, iya kalau lucu, kalau tidak? Untuk itu saya menantang teman-teman Fakultas Psikologi yang saya nilai mampu ber-stand up dan mempunyai selera dan pencipta humor; Fahman dan Niam. Keduanya adalah sumber kehebohan di kelas dan kelompoknya masing-masing.
Selain alasan logika yang saya buat-buat tersebut, sebenarnya saya mempunyai alasan lain tentang pentingnya menciptakan oposisi. Sengaja saya mengajak kedua orang yang (menurut saya) mempunyai jiwa humor seperti mereka ini sebagai oposisi saya. Agar saya bisa belajar banyak hal dari mereka, dan tentunya mereka akan saya jadikan pelecut semangat berkomedi tunggal.
Bayangkan jika saya sendirian, maka apa yang akan terjadi? Saya hanya 'berjalan santai' tidak kebut-kebutan karena tidak ada tantangan yang mengejar. Saya tidak bisa belajar langsung kepada orang-orang yang sudah mempunyai citra komedi seperti mereka. Dan kurang greget jika hanya saya yang tampil. Jika Anda pernah mendengar kisah tentang hiu-hiu kecil di kapal-kapal Jepang yang sengaja dihadirkan agar teri terus-terusan bergerak (kapan-kapan saya ceritakan), maka Fahman dan Niam yang sengaja saya jadikan oposisi ini adalah hiu-hiu kecil yang saya ciptakan agar saya tetap terus bergerak menjadi hebat, memenuhi keinginan saya menjadi seorang pembicara luar biasa.
Tidak hanya dengan saya, Anda pun harusnya demikian. Menciptakan oposisi dan pesaing-pesaing dalam hidup agar kita senantiasa melejit. Menjadikan pesaing sebagai sarana pelecut diri meraih apa yang kita impikan. Saatnya ciptakan oposisi.
Daftar Isi One Day One Tittle Lengkap Di Sini







0 komentar:
Posting Komentar