Rabu, 11 November 2015

Hari Pertama: Paksa Mereka Menilai Anda

Sesi santai bersama teman-teman UKM PAKAR
Petang itu saya bersama mahasiswa Psikologi Universitas Darul 'Ulum yang lain tengah bercengkerama di halaman fakultas ungu itu. Sedikit lupa tentang tema pembahasan yang ngalur-ngidul pada awal-awal pembahasan. Namun yang masih teringat ketika mereka saya ajak untuk membedah kepribadian saya. Whats the next?

Ini yang seru, ketika saya harus legowo menerima kritikan pedas tentang kepribadian saya di mata mereka. "Apa hal negatif dari seorang Yung di mata kalian?" Tanyaku membuka obrolan.

Terdiam, sunyi dan agak lama...

"Yung itu...."

Terdiam, sunyi dan agak lama lagi... Sabar ya...

"Songong... Cuek." Tegas mbak Novita, wanita bersahaja semester lima yang selalu bangga dengan semua aktivitas pekerjaannya di salah satu lembaga perlindungan perempuan dan anak.

Dia melanjutkan, bahwa seorang Yung itu harusnya lebih membuka diri, peduli dengan orang-orang di sekitar, tidak sibuk dengan dunianya sendiri bahkan harusnya menjadi sosok yang rendah diri di hadapan banyak orang.

Saya tidak ingin membuka kepribadian saya di depan Anda semua. Saya hanya ingin menunjukkan satu hal yang bahkan jarang sekali orang lakukan; meminta orang-orang terdekat Anda menilai bagaimana Anda di mata mereka.

Pentingkah? Sangat penting.

Seorang dapat terbantu untuk mengevaluasi diri dengan berdiskusi bersama rekan dan orang terdekatnya dengan niat untuk mencari kebenaran dan perbaikan. Imam Bukhari mengeluarkan suatu riwayat yang menceritakan usulan Umar bin Khatab kepada Abu Bakr radhiallahu anhuma yang saat itu menjadi seorang khalifah untuk mengumpulkan dan membukukan al-Quran. Tatkala itu Abu Bakr menolak usul tersebut, namun Umar terus mendesak beliau dan mengatakan bahwa hal itu merupakan kebaikan. Pada akhirnya Abu Bakr pun menerima dan mengatakan,

“Umar senantiasa membujukku untuk mengevaluasi pendapatku dalam permasalahan itu hingga Allah melapangkan hatiku dan akupun berpendapat sebagaimana pendapat Umar” [HR. Bukhari].

Abu Bakr tidak bersikukuh dengan pendapatnya ketika terdapat usulan yang lebih baik. Dan kedudukan beliau yang lebih tinggi tidaklah menghalangi untuk menerima kebenaran dari pihak yang memiliki pendapat berbeda.

Orang yang tahu betul siapa Anda adalah diri Anda sendiri dan orang-orang terdekat Anda. Mintalah mereka berpendapat tentang Anda, mintalah mereka membuat penilaian seputar Anda, mintalah kritik sepedas-pedasnya beserta bagaimana harusnya Anda memperbaiki itu semua. Jika hal-hal tersebut masih terasa kurang, Anda pun bebas untuk memaksa mereka menilai tentang Anda.

Selamat mengintropeksi diri! Jangan lupa manfaatkan mereka juga.

Daftar Isi One Day One Tittle Lengkap Di Sini

0 komentar:

Posting Komentar