Senin, 16 November 2015

Hari Kelima: Ciptakan Lingkungan Produktifmu

Mimpi adalah kunci 
Untuk kita menaklukkan dunia 
Berlarilah tanpa lelah 
Sampai engkau meraihnya
(Nidji - Laskar Pelangi)

Tulisan Ingat Mimpi - Semangat - Ikhlas dan Selesaikan Target Harianmu pada laptop kerja saya
Tanpa alasan yang jelas saya sangat suka dengan lirik lagu di atas. Sering saya dengarkan original soundtrack film "Laskar Pelangi" yang dinyanyikan Giring dan kawan-kawan tersebut. Selain enak didengar, mungkin karena liriknya menginspirasi. Yup, bisa jadi.

Mendengarkan lagu, nonton film, membaca buku, tempat kita bersosial alias tongkrongan, teman-teman kita dan sebagainya adalah unsur-unsur yang membentuk kita saat ini. Rasulullah saw. pernah bersabda,

"Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)

Dalam kacamata Behaviorisme, salah satu cabang aliran dalam ilmu psikologi, mengatakan bahwa kita saat ini adalah hasil dari bentukan sejak kita berusia 0 tahun (nol tahun). Menjadi apa kita saat ini adalah hasil dari pengalaman, belajar dan latihan sepanjang usia kita.

Aliran Behaviorisme lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena menurut aliran ini seluruh perilaku manusia, kecuali insting, adalah hasil belajar. Belajar artinya perubahan perilaku organisme sebagai pengaruh lingkungan. Behaviorisme tidak mau mempersoalkan apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional; Behaviorisme hanya ingin mengetahui sebagaimana perilakunya dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan.

Lingkungan yang ada di sekitar kita berpengaruh besar terhadap pembentukan kita. Contoh yang paling sederhana adalah saat kita duduk di bangku sekolah dasar (SD) ditanya tentang cita-cita yang kita punya. Hampir merata menjawab Polisi, Tentara, Dokter, Pilot, Masinis, Pramugari dan profesi-profesi lain yang sejenis. Itu semua terjadi karena kurangnya informasi yang didapatkan seputar dunia profesi pada usia SD.

Saya sendiri bercita-cita menjadi dokter di usia SD, namun berubah ketika duduk di bangku SMP. Di SMP saya bercita-cita menjadi seorang pesulap karena sering nonton acara Deddy Courbuzier membengkokkan sendok. Hingga sampai saat ini, cita-cita saya berubah berkali-kali sepanjang informasi yang saya dapatkan dari lingkungan saya.

Sadar akan pengaruh lingkungan yang sangat besar inilah membuat saya senantiasa waspada dengan lingkungan di sekitar saya. Kita memang tidak bisa mengubah lingkungan kita, tapi kita bisa menciptakan lingkungan kita sendiri.

Untuk itu, saya menyortitr benar-benar informasi-informasi yang masuk. Saya berusaha mendengarkan lagu yang hanya bernafas semangat dan memotivasi, seperti lagu Laskar Pelangi di atas. Saya membaca buku yang menurut pandangan saya mampu meningkatkan kualitas diri dan mendekatkan saya dengan mimpi-mimpi saya. Saya berteman dengan siapapun, namun selektif dalam memilih teman bergaul yang membutuhkan intensitas pertemuan tinggi. Saya mencipatakan lingkungan produktif saya sendiri dengan menempelkan kata-kata positif di tempat yang sering saya baca. Saya sangat menghindari obrolan yang kurang bermanfaat, lebih-lebih yang banyak merugikannya. Dan masih banyak yang lainnya.

Semua itu saya lakukan karena saya sadar betul hidup adalah pilihan. Membentuk diri dengan menciptakan lingkungan atau dibentuk lingkungan mentah-mentah. Sekarang, silakan pilih hidup yang seperti apa yang kamu inginkan.

Daftar Isi One Day One Tittle Lengkap Di Sini

0 komentar:

Posting Komentar