Semenjak gagal tidak mampu menghadapi kenyataan tentang dunia afeksi yang sudah pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya (Hari Ke-4: Belajar Sekuat Mereka), semenjak itu saya collaps. Saya terpuruk dan kacau. Semua tanggung jawab terbengkalai, semua hal tentang kewajiban yang harus saya emban tertunda. Dan ada satu hal yang lebih ekstrim; Nasrul Yung yang dulu bukan Nasrul Yung yang sekarang. Begitu kiranya membahasakan perubahan saya.
![]() |
| Mimpi yang dituliskan selalu menjadi harapan di tengah keterpurukan/ Dok. Pribadi |
Bertopeng menjadi orang lain adalah katarsis (bentuk pelampiasan) saya dari kekecewaan afeksi yang saya alami. Semua perubahan itu sengaja saya lakukan semata-mata agar saya bisa diterima di semua kelompok. Selain itu saya mengira, perubahan total yang saya lakukan itu mampu menyembuhkan luka afeksi yang saya alami. Nyatanya tidak.
Saya memang diterima di banyak kelompok, tapi itu Nasrul Yung palsu yang sengaja saya buat. Sedangkan tujuan awal menyembuhkan luka tetap tidak tertangani. Rasa tidak nyaman menjadi pribadi orang lain pun terus-terusan hinggap. Memang banyak yang menerima saya ketika saya hangat, tapi soal nyaman, saya lebih nyaman menjadi Nasrul Yung yang songong dan dingin.
Sekarang Nasrul Yung yang dulu kembali lagi. Kini lebih produktif, lebih inspiratif. Jika Nasrul Yung palsu tidak pernah menghiraukan mimpi dan tujuan, karena orientasinya sesaat yaitu agar diterima banyak orang, namun Nasrul Yung yang asli orientasinya ke mengejar-ngejar mimpi. Sang Pemimpi, begitulah teman-teman di pesantren memanggil saya.
Jika ada yang menanyakan, berarti Nasrul Yung sekarang tidak ingin diterima di berbagai kelompok lagi? Saya selalu berbaik sangka dengan rencanaNya. Dengan adanya masalah ini dan segala perubahan saya, saya sudah diterima di berbagai kelompok dari berbagai kelas. Meskipun bukan Nasrul Yung yang apa adanya. Setidaknya saya sudah diterima, urusan nanti mereka menolak saya yang apa adanya, saya tidak mengapa. Karena kelompok yang bisa menerima saya apa adanya itulah yang nantinya membuat saya merasa lebih nyaman.
Apapun kelebihan kita menjadi orang lain, menjadi diri sendiri jauh lebih indah. Semoga Menginspirasi.
Daftar Isi One Day One Tittle (ODOT) Di Sini







0 komentar:
Posting Komentar