Sabtu, 05 Desember 2015

Hari Ke-12: Ngetrip Jombang, Pentingnya Ngetrip

Hampir lima tahun di Jombang tapi belum pernah menjelajah tempat-tempat seru di kota berjuluk kota santri ini rasanya ada yang kurang. Pada hari pahlawan (10/11/2015) lalu saya dan teman saya, Anas Munaji, melakukan trip di tempat-tempat menarik di kota Jombang. Perjalanan ini tanpa ada kendaraan alias murni jalan kaki ala seorang backpaker, sehingga sangat menghemat biaya liburan.

Kita mulai dari suasana mendung berkabut putih yang sedari pagi menghiasai langit. Hawa dingin yang lembut dan bau hujan yang meneduhkan menggoda setiap orang untuk tidak beranjak dari tempat tidur. Termasuk saya yang hari itu tidur di Ruang Kreatif (RK) UKM PAKAR. Mata yang masih sembab efek begadang semalam masih terasa. Lagi-lagi, keinginan tidur di suasana yang sangat mendukung terus meronta.

Ingat kalau hari itu adalah hari pahlawan, seketika tubuhku melonjak. Pikiran mencari-cari ide aktifitas apa yang harusnya terkenang di hari spesial terus bekerja. Tidak sekadar menghabiskan waktu untuk tidur-tiduran yang tiada manfaatnya. Karena pantang bagi seorang Nasrul Yung menghabiskan masa muda dengan sia-sia. Hingga muncul kata backpaker di kepala dari sekian banyak ide akifitas yang akan dilaksanakan hari itu.

"Nas, backpaker-an keliling Jombang yuk!" Ajakku kepada Anas Munaji yang juga semalam tidur di RK.

Dia sebenarnya ada janji bertemu seseorang di Perpustakaan Mastrip. Jadi saya tidak bisa memaksanya, tapi namanya juga saya, saya tetap berusaha membujuknya agar ikut. Memang, saya backpaker-an tanpa dia pun sudah biasa, tapi disayangkan jika di momen yang spesial tidak ada yang mendokumentasikan. Entah bagaimana ceritanya, akhirnya dia juga ikut.

Bagi seorang penulis atau pun seorang yang berprofesi di dunia kreatif semacam desainer grafis seperti saya, traveling sesekali perlu dilakukan. Bahkan dilakukan setiap hari jika itu sudah menjadi kebutuhan juga tidak masalah. Saya sendiri biasa melakukannya hampir tiap hari, meskipun tidak selalunya bergaya backpaker. Terkadang saya sekadar jalan-jalan dan duduk-duduk di perempatan untuk melihat lalu lalang kendaraan dengan segala aktifitas manusia yang menghiasi. Bagi saya, itu sudah cukup untuk menghilangkan stress dan mampu memantik munculnya ide-ide baru.

Dituntut untuk menciptakan karya yang baru dan fresh, saya juga sering berkunjung ke toko buku atau ke perpustakaan kota. Lagi-lagi, hanya sekadar jalan-jalan dan melihat-lihat gambar sampul yang kian hari kian kreatif.

Tidak memaksa, hanya menyarankan; lakukan ngetrip secara berkala agar tulisanmu -bagi yang ingin menjadi penulis- dan karyamu lainnya tetap fresh dan diminati banyak orang. Di sana, kamu juga akan mendapatkan banyak inspirasi tulisan. Mau coba? Semoga Menginspirasi.

Berikut foto-foto hasil jepretan selama melakukan perjalanan.

Semua dimulai dari langkah pertama. Gerbang belakang Universitas Darul 'Ulum Jombang
Gerbang Jalan Leci di Perumahan Jombang Permai ini dibuat dengan ornamen unik dengan nuansa coboy

Menjadi saksi pengaspalan jalan di kawasan Perumahan Jombang Permai, inspiratif sekali

Di tengah perjalanan menemukan bangunan runtuh, mengingatkan saya pada masalah yang tengah saya alami saat itu. Model dengan gaya menulis bermakna harapan yang terus menyala di tengah keterpurukan.

Masjid yang ber-ac super dingin ini bernama Ar-Roudloh, berada di jantung kota Jombang

Sungai adalah lambang kehidupan, miris sekali jika lambang kehidupan di Jombang penuh sampah dan limbah dengan bau yang cenderung menyengat.

Saya belajar dari tukang mie ayam ini bagaimana cara eksis memikat hati pelanggan. Lokasi di bawah jembatan layang RS Muslimat.

Di hari pahlawan, tak lengkap rasanya mendoakan mereka yang telah syahid berjuang mengusir penjajah.

Monumen Kusuma Bangsa di Taman Makam Pahlawan Jombang

Tidak ada kata selain, indah sekali.
Memeluk malam di Bazar Buku Perpustakaan Mastrip. Foto hanya akting.

Masih bingung dengan alasan dibangunnya Monumen Garuda Pancasila di Jombang.

0 komentar:

Posting Komentar