Sosok ibu memang tidak ada duanya. Ibu lah yang mengandung kita selama 9 bulan lamanya, dan merawat kita tanpa pernah meminta balasan. Namun, walaupun kita mengetahui berbagai jasa ibu, sering kali kita melupakan hal-hal penting tentang ibu.
Besok, 22 Desember adalah hari ibu. Hari Ibu memang bukan momen tunggal untuk menunjukkan kasih sayang pada sang mama. Karena bagi beberapa orang, mengekspresikan rasa sayang bisa dilakukan setiap hari. Namun, tak ada salahnya juga untuk memanfaatkan momen Hari Ibu untuk lebih memaknai rasa sayang tersebut.
Menjelang Hari Ibu, Mading Gantari Fakultas Psikologi Universitas Darul Ulum (UNDAR) Jombang yang dikelola oleh lembaga pers mahasiswa JURMAPSI mengangkat tema khusus, Hari Ibu. Hampir semua ragam tulisan membahas tentang ibu. Mulai dari sosok hebat ibu yang digambarkan dari bentuk perjuangan yang luar biasa hingga hal-hal menarik tentang ibu yang dibahas ringan dan menarik.
Sementara itu, elemen-elemen mahasiswa Fakultas Psikologi UNDAR yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Lembaga Semi Ottonom (LSO), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), serta Kordinator Mahasiswa atau Kosma akan mengadakan rangkaian acara pada hari ibu. Rangkaian acara berupa lomba menulis ungkapan kepada ibu, lomba photo voice dengan tema ibu dan ditutup dengan music corner yang akan berlangsung besok.
Memang secara pribadi, perayaan seperti hari ibu maupun hari-hari peringatan lainnya hampir tidak pernah saya lakukan. Tapi kali ini, perayaan hari ibu benar-benar membuat saya sadar betapa pentingnya mengungkap cinta kepada ibu. Hal yang hampir tidak pernah saya lakukan.
Jika ada yang bertanya, kapan terakhir mengucap cinta kepada ibu? Kapan berjalan berdua dengan ibu? Kapan terakhir memeluk ibu? Kapan terakhir menanyakan kabar ibu? Kapan ada waktu khusus dengan ibu? Kapan terakhir bermain dengan ibu? Saya terdiam dan hanya bisa meneteskan air mata. Karena saya lupa kapan terakhir itu semua saya lakukan.
Bahkan sekadar menghubungi lewat telepon untuk menanyakan kabar saja tidak pernah. Jauh dari ibu harusnya tidak jadi alasan. Kesibukan di tanah rantau juga bukan jadi penghalang menanyakan kabar. Mungkinkah karena ini, semua usaha dan upaya yang saya lakukan seret? Masalah datang silih berganti. Berbagai cobaan tidak pernah berhenti. Wallahu a'lam, saya tidak tahu pasti. Yang saya tahu, keridhoan Allah tergantung ridho orang tua kepada kita.
Di Hari Ibu, saya ingin menceritakan semua keluh kesah saya kepadamu ibu. Seperti masa kecil dulu yang sering merengek kepadamu. Apa yang saya rasakan, apa yang terjadi selama ini, dan apa prestasi-prestasi yang telah saya raih. Agar ibu bisa tersenyum bangga mendengarnya. Karena senyuman ibu adalah satu-satunya harapan saya yang ingin saya lihat hingga ibu tua. Saya juga akan mendengar cerita dari ibu. Saya ingin mendengar "cerewet"nya ibu. Sudah sekian lama saya tidak mendengarnya. Saya benar-benar merindukannya.
Ibu, memang tidak cukup hanya menulis ungkapan ini di blog. Karena saya tahu engkau tidak mungkin membacanya. Namun, inilah ikhtiar saya agar semakin banyak anak yang tersadarkan betapa mulianya wanita-wanita sepertimu.
Begitu banyak pengorbananmu. Tidak akan pernah ternilai dengan apapun. Terima kasih telah menjadi ibu.
Senin, 21 Desember 2015
Hari Ke-16: Terima Kasih Telah Menjadi Ibu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar