Rabu, 11 November 2015

Hari Kedua: Terima Kasih Afirmasi

"Dua puluh tahun lagi, ketika kamu sedang berada di toko buku ternama bersama anak dan istrimu. Anak kecilmu berhambur berlarian di lorong-lorong rak buku sampai dia berhenti di depan sebuah rak besar penuh buku. Kemudian dia mengambil salah satu buku di antara buku yang berderet rapi itu. Dan berkata, 'Ayah, aku mau buku ini!' dengan menyodorkan buku yang diambilnya. Seketika matamu berkaca-kaca ketika kamu membaca namaku di sampul buku itu. Entah apa yang terjadi kemudian, kamu menggeser-geser ponsel pintarmu dan mencari namaku di daftar kontak. Kamu meneleponku dan di tengah jadwalku yang padat aku menjawabnya. Kemudian kita terlibat perbincangan penuh haru berselimut rindu."

Itulah afirmasi yang sangat kuat. Dengan penggambaran yang sangat detail dari salah seorang sahabat di Fakultas Psikologi yang gandrung dengan sajak. Saya memanggilnya, Nap.

Nap, tengah membaca buku sajak
Tapi sebenarnya, apa afirmasi itu? Afirmasi (Inggris : Affirmation) atau dalam bahasa Indonesia diartikan dengan penegasan. Afirmasi mirip seperti doa, harapan atau cita-cita, hanya saja afirmasi lebih terstruktur dibandingkan dengan doa dan lebih spesifik

Cita-cita atau sasaran membantu pembentukan gambaran di dalam daya pikir Kita. Mengucapkan afirmasi adalah membuat sesuatu dengan tegas dan kokoh. Sederhananya, dasar semua afirmasi adalah pemikiran positif. Afirmasi atau penegasan adalah pernyataan penerimaan yang digunakan diri sendiri dengan kebebasan yang berlimpah. Afirmasi bisa juga merupakan kalimat-kalimat positif atau sekelompok kalimat yang dirangkai menjadi satu. Karenanya, ini merupakan kebenaran dan harus selalu demikian. Setiap afirmasi dinyatakan dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa yang ditegaskan itu akan terwujud.

Kalau Kita melakukan afirmasi, Kita mengalihkan sebagian dari daya kehidupan Kita kepada afirmasi itu. Afirmasi yang digunakan dengan benar adalah alat psikologis yang sangat kuat untuk bertumbuh. Beberapa orang menjuluki afirmasi dengan “proses pemetaan harta terpendam” atau “membuat daftar keinginan”. Tetapi di sini kita cenderung lebih menganggap afirmasi sebagai proses pemetaan harta terpendam.

Setelah mendengar afirmasi dari Nap yang digambarkan secara jelas dan detail, saya kembali teringat dengan mimpi-mimpi yang saya punya. Yang untuk beberapa bulan terakhir saya tinggalkan dan abaikan. Ketika saya terpuruk dengan permasalahan yang tidak sepatutnya saya pikirkan mendalam. Namun tidak untuk saat ini, saat Nap berafirmasi positif kepada Kami di lesehan di halaman kampus. Karena percaya atau tidak, Nasrul Yung yang Anda kenal sekarang adalah produk dari afirmasi yang kuat yang senantiasa diperjuangkan kala itu. Dan kini, Nasrul Yung dengan afirmasi-afirmasi positifnya kembali bangkit menginspirasi banyak orang untuk berkarya dan menjadi insan bermanfaat.

Terima kasih Nap, terima kasih afirmasi.

Daftar Isi One Day One Tittle Lengkap Di Sini

0 komentar:

Posting Komentar