Tiba di Malang dengan minim persiapan adalah kelegaan tersendiri. Betapa tidak, kami berdua menuju ke tempat acara yang betul-betul kami buta lokasinya.
“Mas, nanti malam saya mau ke Malang. Tapi bingung nyari tempat bermalam.” Begitu isi SMS-ku ke mas Amir. Satu-satunya orang yang dapat aku hubungi di Malang. Sebenarnya aku punya teman lain, namun yang bisa sku hubungi hanyalah mas Amir.
Dengan bermodal beberapa SMS, akhirnya mas Amir meng-iyakan. Alhamdulillah, malam ini kami bisa terselamatkan. Setidaknya kami tidak perlu berlarian menjauh dari kejaran ta’mir masjid karena terpaksa tidur di emperan.
Aku tidak bisa menceritakan mendetail bagaimana proses perjalanan. Seingatku, perjalanan dengan Puspa Indah sore ini kulalui dengan tidur. Ya, aku lagi hibernasi saat itu. Menjaga stamina tubuh, agar badan bisa diajak kompromi hingga acara yang dinanti. Sesekali terbangun karena benturan kepala dengan jok bus yang cukup bikin mata terbuka. Apalagi jalur track di kawasan kota Batu yang meliuk bak Sentul. Lambung terkocok hebat dibuatnya. Asam lambung yang mendiami peut rasa-rasanya ingin keluar.
Kami turun di depan masjid AR. Fachruddin Universitas Mu hammadiyah Malang. Memang sih tempat tujuan kami bukan di masjid ini, tapi kata mas Amir yang sudah bersedia memberi tumpangan kami turun di masjid kampus saja.
Perintah selanjutnya, kami disuruh berjlan ke arah barat. Bukan untuk mencari kitab suci, tapi untuk menemui mas Amir. Haha... kok ketawa? Penting ya....?
Singkat cerita, aslinya sih malas nulis aja, kami bertemu dengan mas Amir. Keharuan yang sudah lama tidak bertemu pun akhirnya pecah. Lebay banget ya? Biarlah... kami tidak segera diajak ke tempat kos. Karena mas Amir paling tahu kondisi kami. Dia memampirkan (ada istilah keren lain?) kami di warung makan. Tuh... paling tahu kan?
Sedapnya nih bau... ayam goleng... betul-betul betul... ayam goring penyet atau apalah namanya ditemani es the. Oh ya, kalau boleh komentar, ini menu yang salah. Kok bisa? Soalnya, secara geografis, kota Malang berada di dataran tinggi dengan dikelilingi oleh gunung-gunung serta pegunungan. Itu artinya udara di Malang segerrr benerrrr alias dingin. Di malam ini, udara dingin itu ditemani oleh es the. Lengkap sudah penderitaan. Aslinya sih ngarep. Hehe...













