Kamis, 01 Mei 2014

Trip To Malang


Tiba di Malang dengan minim persiapan adalah kelegaan tersendiri. Betapa tidak, kami berdua menuju ke tempat acara yang betul-betul kami buta lokasinya.

“Mas, nanti malam saya mau ke Malang. Tapi bingung nyari tempat bermalam.” Begitu isi SMS-ku ke mas Amir. Satu-satunya orang yang dapat aku hubungi di Malang. Sebenarnya aku punya teman lain, namun yang bisa sku hubungi hanyalah mas Amir.

Dengan bermodal beberapa SMS, akhirnya mas Amir meng-iyakan. Alhamdulillah, malam ini kami bisa terselamatkan. Setidaknya kami tidak perlu berlarian menjauh dari kejaran ta’mir masjid karena terpaksa tidur di emperan.

Aku tidak bisa menceritakan mendetail bagaimana proses perjalanan. Seingatku, perjalanan dengan Puspa Indah sore ini kulalui dengan tidur. Ya, aku lagi hibernasi saat itu. Menjaga stamina tubuh, agar badan bisa diajak kompromi hingga acara yang dinanti. Sesekali terbangun karena benturan kepala dengan jok bus yang cukup bikin mata terbuka. Apalagi jalur track di kawasan kota Batu yang meliuk bak Sentul. Lambung terkocok hebat dibuatnya. Asam lambung yang mendiami peut rasa-rasanya ingin keluar.

Kami turun di depan masjid AR. Fachruddin Universitas Mu hammadiyah Malang. Memang sih tempat tujuan kami bukan di masjid ini, tapi kata mas Amir yang sudah bersedia memberi tumpangan kami turun di masjid kampus saja.

Perintah selanjutnya, kami disuruh berjlan ke arah barat. Bukan untuk mencari kitab suci, tapi untuk menemui mas Amir. Haha... kok ketawa? Penting ya....?

Singkat cerita, aslinya sih malas nulis aja, kami bertemu dengan mas Amir. Keharuan yang sudah lama tidak bertemu pun akhirnya pecah. Lebay banget ya? Biarlah... kami tidak segera diajak ke tempat kos. Karena mas Amir paling tahu kondisi kami. Dia memampirkan (ada istilah keren lain?) kami di warung makan. Tuh... paling tahu kan?

Sedapnya nih bau... ayam goleng... betul-betul betul... ayam goring penyet atau apalah namanya ditemani es the. Oh ya, kalau boleh komentar, ini menu yang salah. Kok bisa? Soalnya, secara geografis, kota Malang berada di dataran tinggi dengan dikelilingi oleh gunung-gunung serta pegunungan. Itu artinya udara di Malang segerrr benerrrr alias dingin. Di malam ini, udara dingin itu ditemani oleh es the. Lengkap sudah penderitaan. Aslinya sih ngarep. Hehe...

Caraku Merutinkan Menulis


Sobat, ada perasaan berbeda ketika apa yang kita kerjakan selama ini membuahkan hasil. Ada perasaan aneh muncul dalam dada, ketika apa yang kita kerjakan diapresiasi orang lain. Rasanya gimana gitu… dan perasaan itu lah yang saya rasakan ketika jari jemari ini bergoyang indah di tuts-tuts keyboard laptopku.

Ada apa gerangan?
Hari ini, pintu cita-cita itu sedikit demi sedikit terus terbuka. Benar apa kata mahfudzot Arab, “ Idza shodaqol azmu wadhohas sabil”, “Apabila keyakinan itu kuat, maka jalannya pun akan terbuka”. Saya yakin, maka jalan menuju cita-cita itu pun terus terbuka. Salah satu cita-cita saya adalah ‘menerbitkan 100 buku sebelum usia 40 tahun’. Dan hari ini, angka 100 itu tinggal beberapa hari lagi akan pecah menjadi 99. Karena satu karya tulisan buku saya akhirnya diterbitkan.

Bukannya sombong, hanya sekedar ingin share saja kepada para pembaca sekalian. Buku pertama itu luar biasa. Sama kayak pacar pertama yang tak terlupa. Buku pertama pun demikian. Saya buktinya. Rasa-rasanya menunggu dua minggu untuk melihat buku tulisan sendiri mengisi rak baca serasa lama sekali. Saya sangat merindukan kehadirannya. Oh buku pertama…

Judulnya “Maha Inspirasi”. Bukan hasil buah pikirku sendiri memang. Buku ini hanya berisi kumpulan kisah, teori, data-data, tips dan aneka keunikan lainnya yang sangat inspiratif. Kemudian oleh saya, data-data itu saya kelompokkan berdasarkan tema. Dan dengan sedikit racikan dan polesan, akhirnya tada… jadi deh. Lain kali bias saya resensikan special buat kamu.

Pertama memang special. Ya, Maha Inspirasi memang special di hati saya. Karena perjalanan menuju dicetaknya buku ini sangat mengasyikkan. Sebelum dicetak, judulnya bukan seperti sekarang. Dulu namanya ‘Samudera Inspirasi’. Karena beberapa hal, salah satunya tentu nilai jual, ‘samudera inspirasi’ harus pensiun sebelum waktunya. Dan ketemulah nama ‘maha inspirasi’ yang lebih menumbuhkan tanda tanya pembaca dan lagi-lagi lebih menjual. Iya kan?

Sebelum diterbitkan, naskah ‘samudera inspirasi’ sudah mampir ke beberapa penerbit yang lumayan punya nama. Pro-U Media, dan gazzamedia. Pernah mendengar nama penerbit itu kan? Ya, meski tidak sebeken dan sepopuler gramedia atau mizan dan sebagainya, dua nama itu lumayan tenar, terutama di kawasan Yogyakarta dan solo raya.

Hadeh… pengennya belajar menulis rutin kayak bang Arry di blognya. Yang konon dalam setahun bias posting 500 artikel ringan. Tapi ini malah pembahasannya belepotan kemana-mana… huft… tapi tidak mengapa. Yang penting dimulai dulu. Oke deh, itu dulu curhatanku. Moga bias nulis rutin di blog ini.

Satu lagi, kesenangan menulis membuatku keranjingan menulis. Terutama saat ini. Moga bisa istiqomah. Sambil nunggu buku pertama terbit, saya habiskan waktu untuk menulis buku yang lainnya ah….

Sabtu, 19 April 2014

Pecah Telor Buku Maha Inspirasi

Seorang penulis, akan bangga dikatakan penulis kalau sudah menyelesaikan penggarapan satu buah bukunya. Inilah sebenarnya yang disebut pecah telor oleh para penulis.

Trus, ada yang merengek di inbox Facebook, "Kak... kakak penulis juga?"
'Ini orang, bertanya apa nyindir ya?!'
"Iya, penulis... ada yang bisa saya bantu?" Saya berlagak 'cool' cuek bebek.
"Buku pertama kakak, apa ya?"
"Hmm..."

Saat itu saya kebingungan, soalnya ketika pertanyaan itu dilayangkan tidak satupun buku pernah saya terbitkan. Hingga suatu ketika, tibalah saatnya, di suatu hari... halah!! Pokoknya di salah satu episode hidup saya, saya mengenal sistem penerbitan indie. Eng ing eng... Semuanya mulai berubah kayak si Peter Parker kesengat laba-laba di laboratorium. Cuman bedanya, saat itu saya kesengat aliran listrik di otakku, dalam arti bukan sebenarnya.

Ide datang, 'aha'...Saya bertekad kuat tuk menerbitkan buku saya di penerbitan indie.

Browsing di Prof. Dr. Google, ketemu juga penerbitan indie online nulisbuku.com.

[Beberapa Minggu Kemudian] *kayak sinetron aja.

Kumpulan coretanku akhirnya bulat saya terbitkan di sana. Judulnya 'Maha Inspirasi'. Covernya mentereng sangar melambangkan judul yang begitu sederhana. Pada abstraksi yang biasanya digunakan untuk menarik pembeli, saya tulis seperti ini:

WOW... Belum pernah ada buku semacam ini sebelumnya. Inspirasi memang banyak sekali berkeliaran di sekitar kita, tapi tidak banyak yang menyadari akan hal itu. Buku ini akan mengajarkan kita bagaimana menangkap inspirasi-inspirasi yang berseliweran itu. Sungguh dahsyat.
Kalau Imam Bukhari menjadi Ulama besar lantaran terinspirasi oleh sindiran sang guru, kini saatnya giliran kita menjadi orang yang hebat nan 'GREAT' karena pandai menangkap inspirasi.
Saran saya, bawalah payung saat membacanya. Karena Inspirasi yang terselip di setiap kalimat dalam buku ini akan mengguyurmu!
Nasrul Yung - Penulis Buku-buku Inspirasi

Kalau Covernya seperti ini:


Keren kan cover dan abstraksinya? Tapi saya lupa satu hal, ternyata kata-kata display seperti itu saja tidak cukup untuk mendongkrak penjualan buku. Buku ini anjlok dalam penjualan.

Tapi tidak apalah... Karena ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Hingga kini, buku Maha Inspirasi masih bisa kamu dapatkan disitus resminya DISINI. Saya tidak memaksamu untuk membeli, saya hanya ingin memberi gambaran saja, betapa senang dan semangatnya ketika buku pertama kita bisa terbit. Meski tidak laku di pasaran juga bikin nyesek.

Semua Tentang Nasrul Yung Sang Penulis Produktif Buku-buku Inspirasi



Muhammad Nasrul, atau lebih akrab dipanggil Cak Yung adalah salah seorang penulis muda yang kini konsen dalam dunia kepenulisan bergenre kreatif inspiratif. Lajang kelahiran Lamongan 2 Februari 1992 ini menyukai dunia tulis menulis sejak kelas 6 Sekolah Dasar. Saat itu dia paling keranjingan dengan pelajaran Bahasa Indonesia, terutama materi mengarang.
Selesai menamatkan pendidikan dasar di SDN 2 Sedayulawas pada tahun 2004. Kemudian dia melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Paciran Lamongan, dan lulus pada tahun 2007. Pendidikan SMA di SMAN 1 Paciran Lamongan selama dua tahun, dan memilih pola pendidikan pesantren sebagai tempat belajar berikutnya. PonPes Al-Izzah di Dusun Tragal Jombang menjadi pilihannya.
Saat ini, dia berstatus sebagai staf  pengajar sementara (masa tugas wiyata bhakti) di PonPes Al-Izzah Jombang. Menjadi manager of IT yang bertugas mengurus website official LAZIS Al-Izzah Jombang (www.lazisalizzah.com). Menjadi layouter dan kontributor di buletin Media Dakwah Al-Izzah.
Hasil-hasil tulisannya pernah dimuat di berbagai media. Pertama kali cerpennya dimuat di Majalah Anak  Mentari (Jawa Pos Group). Kemudian menyusul ke berbagai media lainnya seperti Majalah Adzkia, An-Najah dan Ar-Risalah. Buku ini adalah buku kedua diantara tiga bukunya yang ditulis secara serempak di awal karier kepenulisannya menulis buku. Buku pertama yang berjudul Maha Inspirasi telah terbit secara self publishing di nulisbuku.com. pada November 2013.
Sepak terjangnya dalam tulis menulis terlihat ketika kelas IX SMP (kelas 3 SMP), diamanahi menjadi Pimred Mading di TPQ At-Taqwa Sedayulawas tempatnya mengaji. Kemudian gabung di komunitas kepenulisan ketika SMA, menjabat sebagai kontributor di majalah sekolah, WARNA. Dan aktif menghidupkan mading-mading sekolah. Serta menghembuskan nafas jurnalisme di pesantren tempatnya menuntut ilmu dien. Selain itu, dia juga aktif menulis di weblog pribadi di http://nasrulzone.blogspot.com.
Salah satu keinginan penulis adalah mempunyai sahabat sebanyak-banyaknya. Untuk itu, jangan ragu untuk memberikan kritik, saran, ide atau sekedar berkenalan di Email: mnasrul02@gmail.com atau hubungi: 085785640506. Dan nikmati juga tulisan-tulisan lain karyanya di weblog pribadi: http://nasrulzone.blogspot.com.