Seorang penulis, akan bangga dikatakan penulis kalau sudah menyelesaikan penggarapan satu buah bukunya. Inilah sebenarnya yang disebut pecah telor oleh para penulis.
Trus, ada yang merengek di inbox Facebook, "Kak... kakak penulis juga?"
'Ini orang, bertanya apa nyindir ya?!'
"Iya, penulis... ada yang bisa saya bantu?" Saya berlagak 'cool' cuek bebek.
"Buku pertama kakak, apa ya?"
"Hmm..."
Saat itu saya kebingungan, soalnya ketika pertanyaan itu dilayangkan tidak satupun buku pernah saya terbitkan. Hingga suatu ketika, tibalah saatnya, di suatu hari... halah!! Pokoknya di salah satu episode hidup saya, saya mengenal sistem penerbitan indie. Eng ing eng... Semuanya mulai berubah kayak si Peter Parker kesengat laba-laba di laboratorium. Cuman bedanya, saat itu saya kesengat aliran listrik di otakku, dalam arti bukan sebenarnya.
Ide datang, 'aha'...Saya bertekad kuat tuk menerbitkan buku saya di penerbitan indie.
Browsing di Prof. Dr. Google, ketemu juga penerbitan indie online nulisbuku.com.
[Beberapa Minggu Kemudian] *kayak sinetron aja.
Kumpulan coretanku akhirnya bulat saya terbitkan di sana. Judulnya 'Maha Inspirasi'. Covernya mentereng sangar melambangkan judul yang begitu sederhana. Pada abstraksi yang biasanya digunakan untuk menarik pembeli, saya tulis seperti ini:
Kalau Imam Bukhari menjadi Ulama besar lantaran terinspirasi oleh sindiran sang guru, kini saatnya giliran kita menjadi orang yang hebat nan 'GREAT' karena pandai menangkap inspirasi.
Saran saya, bawalah payung saat membacanya. Karena Inspirasi yang terselip di setiap kalimat dalam buku ini akan mengguyurmu!
Nasrul Yung - Penulis Buku-buku Inspirasi
Kalau Covernya seperti ini:
Keren kan cover dan abstraksinya? Tapi saya lupa satu hal, ternyata kata-kata display seperti itu saja tidak cukup untuk mendongkrak penjualan buku. Buku ini anjlok dalam penjualan.
Tapi tidak apalah... Karena ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Hingga kini, buku Maha Inspirasi masih bisa kamu dapatkan disitus resminya DISINI. Saya tidak memaksamu untuk membeli, saya hanya ingin memberi gambaran saja, betapa senang dan semangatnya ketika buku pertama kita bisa terbit. Meski tidak laku di pasaran juga bikin nyesek.






0 komentar:
Posting Komentar